Fakultas Pertanian Universitas Pattimura terus mendorong pengembangan kegiatan yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kampus. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Unit Usaha Kompos Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, yang mengembangkan pemanfaatan bahan organik di lingkungan kampus menjadi produk yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian dan masyarakat.
Unit usaha ini tidak hanya berperan dalam menghasilkan produk berbasis bahan organik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Berbagai bahan organik yang tersedia di lingkungan kampus, seperti dedaunan dan sisa bahan tanaman, dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sehingga dapat mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Saat ini, Unit Usaha Kompos Fakultas Pertanian Universitas Pattimura menghasilkan dua produk utama, yaitu media tanam dan kompos organik.
Media Tanam Berbahan Organik

Produk pertama berupa media tanam yang diformulasikan dari beberapa bahan, yaitu tanah humus, sekam bakar, pupuk kompos, dan cocopeat. Kombinasi bahan tersebut dirancang untuk menghasilkan media yang sesuai digunakan dalam kegiatan pembibitan maupun budidaya tanaman.
Tanah humus berperan sebagai sumber bahan organik dan tempat tumbuh tanaman, sementara sekam bakar membantu memperbaiki porositas dan aerasi media. Pupuk kompos berfungsi sebagai sumber bahan organik dan unsur hara, sedangkan cocopeat memiliki kemampuan menahan air sehingga membantu menjaga kelembapan media.
Perpaduan berbagai bahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan media tanam yang memiliki struktur baik, cukup porous, mampu mempertahankan kelembapan, serta mendukung perkembangan akar tanaman.
Kompos dari Bahan Organik Lingkungan Kampus

Produk kedua adalah kompos organik yang dibuat dengan memanfaatkan berbagai bahan organik yang tersedia di lingkungan kampus. Bahan yang digunakan meliputi pupuk kandang, daun gamal, kulit pisang, bonggol pisang, dan dedaunan kering.
Pemanfaatan bahan-bahan tersebut merupakan bentuk pengelolaan sumber daya organik secara berkelanjutan. Daun gamal dan bahan tanaman lainnya dapat menjadi sumber bahan organik, kulit dan bonggol pisang turut dimanfaatkan sebagai bahan yang kaya senyawa organik, sedangkan dedaunan kering yang sering menjadi limbah lingkungan kampus dapat dikembalikan ke dalam siklus bahan organik melalui proses pengomposan.
Melalui proses pengomposan yang dikelola dengan baik, bahan-bahan organik tersebut mengalami proses dekomposisi hingga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Edukasi Mahasiswa
Keberadaan Unit Usaha Kompos juga memiliki nilai strategis bagi Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, terutama dalam mendukung pembelajaran dan penerapan ilmu tanah secara langsung. Kegiatan produksi dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami proses dekomposisi bahan organik, pengelolaan kesuburan tanah, pemanfaatan pupuk organik, serta pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Dengan demikian, unit usaha ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Pemanfaatan bahan organik yang berasal dari lingkungan kampus juga mencerminkan pendekatan ekonomi sirkular, yaitu mengubah bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Dari Lingkungan Kampus untuk Pertanian yang Berkelanjutan
Pengembangan Unit Usaha Kompos Fakultas Pertanian Universitas Pattimura menjadi salah satu contoh bahwa bahan organik yang tersedia di sekitar kita dapat dikelola menjadi produk yang bermanfaat. Melalui inovasi sederhana namun aplikatif, limbah organik dapat dikurangi, bahan organik dikembalikan ke dalam sistem tanah, dan produk pertanian dapat dihasilkan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.
Ke depan, keberadaan unit usaha ini diharapkan dapat terus dikembangkan baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, pemasaran, maupun diversifikasi produk. Dengan dukungan sivitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat, Unit Usaha Kompos Fakultas Pertanian Universitas Pattimura diharapkan mampu menjadi model pengelolaan bahan organik berbasis kampus yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Unit Usaha Kompos Fakultas Pertanian Universitas Pattimura — mengubah bahan organik menjadi sumber daya, dari lingkungan kampus untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
