Pada tanggal 26 Juni 2026, Program Studi Ilmu Tanah melaksanakan kegiatan praktikum lapangan yang bertempat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Waiyame. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah sebagai bagian dari proses pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.

Pelaksanaan praktikum di kawasan DAS dipilih karena daerah aliran sungai merupakan suatu kesatuan ekosistem yang memiliki hubungan erat antara tanah, air, vegetasi, topografi, dan aktivitas manusia. Kondisi tersebut menjadikan DAS sebagai lokasi yang tepat untuk mempelajari berbagai aspek ilmu tanah secara langsung, khususnya mengenai karakteristik tanah, proses erosi, sedimentasi, pengelolaan lahan, konservasi tanah dan air, serta hubungan antara penggunaan lahan dengan kondisi lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan dan karakteristik lahan di sekitar DAS Desa Waiyame. Pengamatan dapat mencakup kondisi permukaan tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan, vegetasi, kondisi drainase, keberadaan bahan organik, serta indikasi terjadinya erosi dan sedimentasi. Melalui kegiatan pengamatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenali karakteristik tanah secara visual, tetapi juga memahami bagaimana faktor lingkungan dan aktivitas manusia dapat memengaruhi kualitas serta keberlanjutan sumber daya tanah.

Kegiatan praktikum di DAS Desa Waiyame juga memiliki nilai penting dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan sumber daya lahan secara terpadu. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengetahui jenis atau karakteristik tanah, tetapi juga mampu menghubungkan kondisi tanah dengan penggunaan lahan dan pengelolaan lingkungan. Pendekatan tersebut penting karena pengelolaan tanah pada masa kini tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek konservasi, keberlanjutan, dan perlindungan ekosistem.

Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa dapat membandingkan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan dengan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam berbagai mata kuliah, seperti ilmu tanah dasar, fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah, konservasi tanah dan air, kesuburan tanah, serta evaluasi dan pengelolaan lahan. Dengan demikian, praktikum menjadi sarana pembelajaran yang dapat memperkuat pemahaman mahasiswa sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dalam melakukan observasi dan analisis tanah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah mampu menjadi calon tenaga profesional yang memiliki kompetensi dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola sumber daya tanah dan lahan secara tepat dan berkelanjutan. Pengalaman lapangan seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa agar mampu menghadapi berbagai permasalahan tanah, degradasi lahan, erosi, pengelolaan DAS, dan tantangan lingkungan di masa mendatang.
